Mantap! Sri Mulyani Masuk Daftar 100 Wanita Berpengaruh Versi Forbes

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA - Lagi dan lagi, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia atau The World’s 100 Most Powerful Women versi Forbes.

Kali ini, Sri Mulyani beradi di posisi ke-76. Sementara posisi puncak bertengger nama Kanselir Jerman Angela Merkel, lalu Christine Lagarde mantan bos IMF. Kemudian di posisi ketiga ada Ketua DPR AS Nancy Pelosi, musuh politik Donald Trump.

“Sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani menambah pendapatan negara melalui reformasi pajak yang akan memperluas layanan e-filing dan menunjang kepatuhan pembayar pajak,” kata Forbes.

“Tahun lalu, Indrawati memperoleh penghargaan Menteri Terbaik yang prestisius di World Government Summit atas usaha-usahanya untuk menerapkan reformasi,” ujar Forbes menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Sri Mulyani telah beberapa kali masuk daftar ini, seperti pada 2008, 2011, 2013, 2014, 2016, dan 2018.

Satu-satunya Menteri Keuangan selain Sri Mulyani di daftar itu adalah Nirmala Sitharaman asal India. Dia baru saja diangkat menjadi Menteri Keuangan di India dan wanita pertama yang memegang jabatan tersebut.

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini