Mantap, Pemerintah Luncurkan ATM Beras Gratis di 10 Titik Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah meluncurkan 10 ATM beras gratis di 10 titik di wilayah Jabodetabek. ATM tersebut menyediakan 1,5 ton beras untuk 1.000 penerima setiap harinya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam keterangan resminya, baru-baru ini menyebut per kepala akan kebagian 1,5 kilogram beras per hari dari mesin ATM tersebut.

“Bantuan ini kami berikan dengan mesin ATM, disebutnya ATM Pertanian Sikomandan, warga yang mendapat bantuan silahkan datang ke Kodim untuk mengambil beras lewat ATM,” kata SYL.

Namun, ada syarat khusus jika warga mau mengakses ATM beras gratis tersebut. Warga harus memiliki kartu dari Bank Negara Indonesia (BNI) yang akan dibagikan di Kodim, tempat mesin-mesin tersebut diletakkan.

SYL menyebut, mesin sengaja disimpan di markas Kodim agar penyaluran beras dapat berjalan tertib dan aman.

Berikut lokasi penempatan 10 mesin ATM beras gratis tersebut:

1. Kodim 0501/Jakpus
2. Kodim 0502/Jakut
3. Kodim 0503/Jakbar
4. Kodim 0504/Jaksel
5. Kodim 0505/Jaktim
6. Kodim 0506/Tangerang
7. Kodim 0509/Kab Bekasi
8. Kodim 0508/Depok
9. Kodim 0606/Kota Bogor
10. Kodim 0621/Kab Bogor.

ATM ini hanya beroperasi selama 2 bulan ke depan, dan akan dievaluasi jika pandemi virus Corona atau Covid-19 masih berlangsung.

2 KOMENTAR

  1. ATM Beras Gratis ini merupakan cara yang sangat mulia untuk menyalurkan bantuan di tengah pandemi covid-19. Saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan pangan untuk keberlangsungan hidup sehari-hari. Semoga saja, warga yang mendapat bantuan ini adalah warga yang memang benar-benar membutuhkan bantuan supaya semua tepat sasaran. Salut dengan cara kerja pemerintah #KomenPositif

  2. Alhamdulillah, semoga dengan meluncurkan atm beras gratis ini masyarakat yang membutuhkan akan lebih terbantu dan tercukupi kebutuhannya. Selain itu, semoga dengan adanya mesin atm beras ini, saat pengambilan tak membuat warga lupa bahwa ini masa pandemi, yang mana kita harus menjaga jarak, pakai masker, tidak berbondong – bondong dan tidak lupa cuci tangan. #KomenPositif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini