Mandalika Jadi Penentu Arah Balapan 2022 Tim MotoGP Monster Yamaha

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANDALIKA – Sirkuit Mandalika akan menjadi penentu tim elit MotoGP Monster Energy Yamaha.

Sirkuit jalan raya itu akan menentukan arah balapan mereka karena dinilai akan lebih produktif dibandingkan Sepang.

“Dua hari tes setelah para pembalap tidak menyentuh motor selama dua bulan, mungkin tidak cukup. Beruntung kami sekarang menuju Indonesia, di mana tesnya tentu akan lebih produktif,” ujar Direktur Tim Monster Energy, Massimo Meregalli, Minggu 6 Januari 2022.

Dua hari ini, sejak Sabtu 5 Februari 2022, tim itu melakukan tes pramusim di Sepang untuk menguji Yamaha YZR-M1.

Dua pebalap tim itu adalah Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli.

Quartararo mencatatkan waktu terbaiknya, sedangkan Morbidelli masih berkutat dengan cidera lututnya.

Meregalli mengaku tidak sabar Monster Yamaha bisa segera melakukan tes pramusim di sirkuit kebanggaan Indonesia, Mandalika.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini