Mahfud: Pemerintah Proses Hukum Perusuh dan Aktor Kerusuhan Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan pemerintah akan bersikap tegas dan memproses hukum para perusuh hingga aktor membuat kerusuhan saat unjuk rasa  Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker).

“Sekali lagi, pemerintah akan bersikap tegas dan memroses hukum pelaku dan aktor yang menunggangi unjuk rasa Omnibus Law Ciptaker dengan aksi anarkis dan tindak kriminal,” ujar Mahfud MD saat membacakan sikap pemerintah yang didampingi Kapolri Jenderal Idham Aziz, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan, Kamis 8 Oktober 2020 malam.

Mahfud mengulang pernyataan itu agar menjadi perhatian bagi masyarakat dan siapa saja yang melakukan kerusuhan, Kamis ini, agar bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkannya.

Menurutnya, sikap keras pemerintah itu harus diambil untuk mencipatakan ketertiban, keamanan, serta menghilangkan ketakutan masyarakat.

Dia menegaskan Ketidakpuasan terhadap UU Ciptaker bisa dilakukan dengan menggunakan perpres hingga perkada. Bahkan tidak tertutup kemungkinan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Mahfud menegaskan pembahasan Omnibus Law itu bukan baru kemarin sore tetapi sudah dilakukan sejak lama dan mendengarkan banyak elemen.

Selain tiga pejabat di bidang Polhukam, pernyataan pemerintah itu juga ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini