Longgarkan PPKM Tak Bisa Sembarangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Melonggarkan atau menurunkan tingkat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak bisa sembarangan karena mempertimbangkan sedikitnya lima indikator. Tidak bisa hanya satu indikator saja.

Hal itu diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menanggapi kemungkinan dilonggarkannya lagi penerapan PPKM.

Keinginan itu mencuat setelah mengamati tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 (BOR) turun signifikan dari rata-rata sekitar 90 persen enam minggu lalu, sekarang tinggal 56,81 persen secara nasional.

Di Jawa-Bali 57,4 persen, sedangkan di luar Jawa-Bali turun sampai 56,6 persen. Bahkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet tinggal 25 persen.

Tetapi BOR hanya salah satu indikator untuk melonggarkan PPKM, masih ada empat indikator lainnya.

Selain BOR, Moeldoko mengungkapkan angka kasus harian positif Covid-19 juga semakin menurun. Jika dua minggu lalu kasus harian nasional masih di atas 45 ribu kasus per hari, saat ini sudah lebih kecil lagi.

Namun, kita masih harus mewaspadai dan bersiaga terhadap peningkatan kasus di luar Jawa dan Bali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini