Lihat Ma’ruf Amin Makan Kerupuk, Deddy Corbuzier Tertawa Kagum

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Mentalis terbaik Indonesia, Deddy Corbuzier akhirnya resmi memeluk agama Islam setelah ia membaca dua kalimat syahadat. Beberapa jam kemudian dia diajak pembimbingnya, Gus Miftah, bertandang ke rumah calon wakil presiden, KH Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta.

Kedatangannya di kediaman mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga ditemani Ustaz Yusuf Mansur dan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini.

Di kediaman Ma’ruf, Deddy sempat kagum dengan kesederhanaan Ma’ruf yang hanya mengudap kerupuk sebagai lauk makannya. Deddy merasa hal tersebut sebagai sebuah kerendahan hati seorang pejabat.

Peristiwa yang mengesankan itu dia unggah lewat akun Instagramnya. Dalam video itu Deddy tampak terbengong-bengong dengan lauk makan malam Ma’ruf Amin, tersebut.

Dia bersama Yusuf Mansur, dan beberapa tamu lainnya memang duduk satu satu meja makan dengan tuan rumah.

“Ini baru keren. Wapres makan kerupuk,” katanya sambil tertawa
sebagaimana terekam dalam video yang diunggah @mastercorbuzier.

Dalam video itu, tampak Ma’ruf ngemil kerupuk menggunakan kedua tangannya. Dia tidak ikut makan nasi.

https://www.instagram.com/p/By-Pk-IHTUc/

“Kita makan daging, ini makannya kerupuk. Sehat, makan kerupuk,” komentar Deddy itu membuat Ustaz Yusuf Mansur ikut tertawa.

Deddy memberi judul video tersebut dengan, “Masha Allah nikmat nya hanya dari sebuah kesederhanaan.”

Dia ingin menyatakan Ma’ruf Amin sebagai sosok calon wakil presiden yang sederhana.(Krisantus de Rosari Binsasj)

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini