Liburan ke Puncak, Siap-siap Ikut Rapid Test Massal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menghadapi libur panjang akhir bulan Oktober ini, Pemkab Bogor tengah mengupayakan antisipasi agar penyebaran Covid-19 tak menggila, khususnya di kawasan Puncak.

Rencananya, saat liburan nanti, Pemkab Bohor akan menyiapkan tes cepat atau rapid test massal di sejumlah titik di Puncak, agar dipastikan wisatawan yang datang benar-benar bebas Covid-19.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, lokasi rapid test nantinya digelar di Simpang Gadog, Taman Wisata Matahari dan Agrowisata Gunung Mas.

“Tapi tetap kita upayakan mengurangi kedatangan kunjungan wisatawan maksimal 50 persen. Untuk rapid test nanti random saja. Jadi untuk memberi pesan bahwa wisatawan yang datang ke Puncak diatur oleh pemerintah. Termasuk soal protokol kesehatannya,” kata Iwan, Senin 26 Oktober 2020.

Ia menuturkan, tes cepat ini akan dimulai pada Rabu 28 Oktober 2020. Jika ada yang hasilnya reaktif, maka akan diminta putar arah dan tidak melanjutkan liburan di Puncak.

“Itu sudah kesepakatan kami dengan TNI dan Polri. Jangan membawa penyakit dari luar ke Puncak,” ujarnya.

Jika ada penolakan dari masyarakat, kata dia, Pemkab Bogor memiliki landasan hukum, yakni Peraturan Bupati Bogor tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini