LeBron James Dapat Ancaman Mati di Media Sosial

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Bintang LA Lakers, LeBron James mendapat ancaman mati di media sosial. Tak lama, akun yang mengancam LeBron meminta maaf.

Ancaman kematian diterima LeBron dari akun witness.kevin.durant. Dalam postingannya, akun tersebut men-tagged LeBron disertai dengan foto sebuah pistol.

“Pada Kamis 18 Februari, saya akan pergi ke pertandingan Nets vs Lakers. Saya akan menyelundupkan pistol seperti di gambar ini ke dalam arena dan menembak James di kepala saat timeout. Kamu sudah diperingatkan James,” cuit akun tersebut.

Tak lama berselang, akun tersebut memposting permohonan maaf. Akun itu menyebut, apa yang diposting sebelumnya hanya lelucon.

“Saya ingin meminta maaf secarat terbuka karena mengancam LeBron. Itu adalah lelucon. Saya sadar hal seperti ini bukan lelucon dan dipandang serius.”

“Ada 500 lebih permintaan berteman setelah saya memprotek akun ini, karena seseorang memposting di Twitter. Kalian semua boleh membenci saya, tapi saya ingin meminta maaf dan jika bisa kembali ke masa lalu, saya akan berpikir lebih dulu sebelum memposting.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini