Lampaui Catatan Gerarrd, Mo Salah Ukir Rekor Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, LIVERPOOL – Mohamed Salah mengukir rekor baru bersama Liverpool di Liga Champions. Pemain asal Mesir menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah The Reds di Liga Champions.

Salah mencetak satu gol Liverpool ketika bermain imbang 1-1, Kamis 10 Desember 2020 dini hari WIB menghadapi FC Midtjylland. Meski main imbang, hasil itu tak berpengaruh karena Liverpool sudah dipastikan lolos.

Salah mencetak gol di detik ke-55. Itu adalah gol tercepat yang pernah dicetak Liverpool sepanjang sejarah di Liga Champions. Selain itu, total Salah mengemas 22 gol di Liga Champions melampaui legenda Liverpool, Steven Gerrard yang mengemas 21 gol.

“Pemain luar biasa, benar-benar pemain luar biasa. Sejak kami bekerja sama, jelas banyak hal berjalan sesuai keinginan. Dia (Salah) adalah pemain besar dan dia tahu itu. Dia juga mengapresiasi bantuan dari tim,” ujar pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dikutip dari BBC, Kamis 10 Desember 2020.

“Jika kami hanya memiliki Mo Salah, jumlah gol yang dia cetak tetap tidak cukup meraih kesuksesan di sini. Jadi, saya bersyukur pemain lain juga mencetak banyak gol,” katanya.

“Itu membuat tim ini cukup sukses, tapi Salah adalah pemain luar biasa. Saya pikir tidak ada yang meragukan itu, tapi jika Anda butuh pembuktian, maka dia bisa menunjukkannya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini