Lagi, Ganda Putra Indonesia Mundur dari Malaysia Open 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Satu ganda putra Indonesia kembali mundur dari Malaysia Open 2022. Kali ini giliran Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang terpaksa absen.

Ganda putra yang mendapat julukan The Babbies itu mundur karena Leo mengalami cedera pinggang. Hal ini diungkapkan pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi.

“Leo/Daniel kita tarik dari Malaysia Open 2022 karena Leo ada cedera di pinggangnya,” ujarnya.

“Minggu ini ia akan fokus pemulihan dan terapi sembari kita pantau kesiapannya tampil di Malaysia Masters dan Singapore Open,” katanya.

Leo mengungkapkan, dia mulai merasakan sakit di pinggangnya pada hari Kamis 23 Juni lalu.

“Saat sedang latihan tiba-tiba saya merasakan sakit di pinggang. Sudah diperiksa dokter dan sekarang sedang menunggu hasil MRI. Saya berharap semoga cederanya tidak parah dan bisa tampil di Malaysia Masters dan Singapore Open,” ucapnya.

Sebelumnya, ganda putra juga sudah kehilangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang menempati peringkat 14 dunia. Marcus/Kevin mundur karena Marcus sedang pemulihan paska operasi, sementara Pramudya/Yeremia absen karena Yeremia cedera lutut kiri yang didapat pada Indonesia Open.

Bahkan kedua pasangan ini sudah dipastikan tidak bermain di tur Asia Tenggara. Malaysia Open, Malaysia Masters, dan Singapore Open.

Walau hanya menyisakan tiga pasangan, Herry tetap optimis anak-anak asuhnya tetap mampu memberikan penampilan terbaik di turnamen dengan level BWF World Tour Super 750 ini.

“Tetap optimis Fajar/Rian, Ahsan/Hendra, dan Bagas/Fikri mampu memberikan yang terbaik. Walau persiapan juga singkat tapi selalu ada harapan,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini