Kylian Mbappe Ingin Tinggalkan PSG

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Kabar mengejutkan datang dari Paris Saint-Germain (PSG). Kylian Mbappe menyatakan keinginan hengkang dari Les Parisiens.

Sebelumnya, dunia sepak bola dihebohkan dengan keinginan Lionel Messi meninggalkan Barcelona meski akhirnya pemain 33 tahun bertahan di Camp Nou setidaknya hingga akhir musim.

Kini, giliran Mbapp yang menyatakan keinginannya hengkang dari PSG. Memang belum ada pernyataan resmi seperti Messi yang mengirimkan surat kepada Barcelona. Tapi, sumber di dalam klub menyatakan, Mbappe sudah mengungkapkan keinginannya kepada manajemen.

Kontrak Mbappe akan habis akhir musim ini dan hingga kini belum ada diskusi soal perpanjangan kontrak. Diberitakan Marca, pemain asal Prancis itu tak ingin kontrak baru dan memilih hengkang di akhir musim nanti.

Beberapa klub dikabarkan sudah mempersiapkan diri menampung Mbappe, seperti Real Madrid, Manchester United, dan Barcelona, yang musim depan kemungkinan besar kehilangan Messi.

Di usia 21 tahun, Mbappe sudah memenangkan trofi-trofi bergengsi, mulai dari juara Ligue 1, Piala Prancis, Piala Liga Prancis hingga Piala Dunia bersama timnas Prancis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini