Kuy Ah! Jalur Pendakian Gunung Papandayan Garut Kembali Dibuka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabupaten Garut saat ini masuk dalam Level 2 dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Alhasil, PT Asri Indah Lestari (AIL), sebagai pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, kembali membuka objek wisata itu untuk pendakian.

Manajer Operasional PT AIL, Dedi Sitepu mengatakan, TWA Papandayan sudah resmi dibuka kembali hari ini Rabu 25 Agustus 2021. Wisatawan sudah dapat berkunjung ke objek wisata itu, termasuk para pendaki yang ingin bermalam.

“Bermalam atau camping sudah boleh. Karena pengunjung ke Papandayan identik dengan camping dan hiking,” katanya.

Kendati demikian, pendaki yang berencana bermalam di Gunung Papandayan diwajibkan sudah menjalani vaksinasi. Petugas akan memeriksa setifikat vaksinasi setiap wisatawan yang akan bermalam.

Apabila belum menjalani vaksinasi, wisatawan yang ingin bermalam di Gunung Papandayan harus dapat menunjukkan surat keterangan tes antigen maksimal H-2.

Dedi mengatakan, syarat itu hanya diperuntukkan untuk wisatawan yang ingin bermalam. Sebab, durasi kunjungan mereka cukup lama di TWA Papandayan. Namun, jika ada perubahan aturan dari pemerintah, tak menutup kemungkinan semua wisatawan wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi atau tes antigen. 

“Kita tunggu saja bagaimana kebijakan pemerintah terkait aturan objek wisata. Kami akan mendukung untuk kesehatan dan kebaikan bersama,” kata dia.

Ihwal penerapan protokol kesehatan (prokes), Dedi menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan mekanisme tersendiri di TWA Gunung Papandayan. Ia menjelaskan, setiap kendaraan yang masuk akan disemprot disinfektan. Sementara pengunjung akan dicek suhu tubuhnya. “Kita juga sudah menyediakan tempat cuci tangan di setiap titik kumpul atau titik keramaian,” kata dia.

Ia menambahkan, seluruh karyawan dan pedagang yang ada di TWA Gunung Papandayan juga sudah menjalani vaksinasi. Artinya, TWA Gunung Papandayan sudah siap dalam menyambut wisatawan.

Sementara ini, kunjungan wisatawan ke TWA Papandayan juga masih dibatasi, maksimal 25 persen dari kapasitas. Artinya dalam satu hari maksimal hanya diperbolehkan 1.300 wisatawan yang datang ke TWA Gunung Papandayan, lantaran daya dukung di TWA yang memiliki luas sekitar 9 hektare itu maksimal dikunjungi 5.600 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini