KUR Dorong Kinerja UMKM Sultra di Masa Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di daerah ikut mendorong kinerja usaha mikro kecil menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada masa pandemi covid-19 sepanjang 2021.

“Salah satu upaya pemerintah dalam rangka peningkatan kinerja ekonomi adalah dengan menggerakkan kinerja UMKM dengan mendorong penggunaan kredit program seperti KUR,” kata Plt Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Joko Purnomo di Kendari, Senin 17 Januari 2022.

Dikatakannya, KUR menjadi salah satu program pemerintah yang dinilai mampu untuk memacu pembiayaan bagi pelaku UMKM dan program ini juga mampu meningkatkan produktivitas dan kapabilitas pengusaha, terutama pada masa pandemi ini.

“Di tengah situasi pendemi covid-19 ini, semakin banyak pelaku UMKM yang membutuhkan pinjaman lunak untuk menyelamatkan serta mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, KUR menawarkan bunga cenderung lebih lunak dibandingkan dengan fasilitas pembiayaan pada umumnya,” katanya.

Selama pandemi, kata Joko, tentu saja ada yang usahanya sempat berhenti secara berkala dan salah satu pilihan yang tepat adalah KUR, yang paling diminati oleh para pelaku UMKM.

“Saat ini KUR juga mengalami transformasi dengan perluasan plafon, penambahan plafon, juga kemudian lebih banyak alokasi untuk usaha-usaha yang sifatnya produktif dan mendukung sektor unggulan dan potensial di masing-masing daerah atau wilayah,” katanya.

Hasil survei KUR yang dilaksanakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Semester II 2021, menyebutkan bahwa mayoritas responden (UMKM) merasakan puas terhadap program KUR dengan alasan utama bunga yang rendah.

“Responden juga berharap program KUR tetap dilanjutkan karena membantu permodalan usaha,” katanya.

Sampai dengan semester II kata Joko, penyaluran KUR di Provinsi Sultra telah tumbuh 23,71 persen dari semester I tahun 2021, Bank penyalur KUR telah menyalurkan sebesar Rp3.412.331.425.580,- dengan jumlah debitur sebesar 84.523 Bidang usaha.

Bidang usaha yang paling banyak memanfaatkan penggunaan KUR adalah perdagangan besar dan eceran dengan jumlah debitur 34.385 dan jumlah pinjaman sebesar Rp1,605 triliun, bidang usaha selanjutnya adalah pertanian, perburuan dan kehutanan dengan jumlah debitur 26.701 debitur dan jumlah pinjaman sebesar Rp909,12 miliar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini