KSP Dapat Senjata Standar Aparat dari Narapidana

Baca Juga

MATA INDONESIA, TIMIKA – Kelompok Separatis Papua (KSP) memperoleh senjata api standar aparat keamanan dari narapidana.

Hal itu diungkapkan Humas Satgas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy di Timika, Selasa 20 April 2021.

Narapidana bernama Decky Chandra Warobai yang mendekam di Lapas Kelas II Nabire adalah penghubung pembelian senjata M-16 dan SS-1 oleh Paniel Kogoya untuk KSP Egianus Kogoya. SS-1 saat ini masih menjadi senjata organik TNI.

“Mereka membeli senjata api sebanyak empat pucuk yaitu dua jenis M-16 dan dua pucuk SS-1 dengan total biaya yang sudah dikeluarkan senilai Rp 1 miliar,” ujar Iqbal.

Sementara dana pembelian senjata tersebut adalah Paniel Kogoya dan Geis Gwijangge, sedangkan asal dana tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.

Paniel Kogoya kini sudah menjadi tahanan Satgas Nemangkawi. Penangkapan lelaki paruh baya tersebut berkat keterangan DC dan FA yang menjadi tersangka kasus kepemilikan senjata api.

Menurut keterangan DC, harga sepucuk M-16 yang dibeli Paniel adalah Rp 300 juta per buah pada Desember 2019.

Selain itu, Paniel juga membeli senjata M4 juga dengan harga Rp 300 juta dan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini