KSB Berhasil Provokasi Warga Bakar Pesawat Cuma Karena Takut Tak Kebagian Kursi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kelompok separatis bersenjata (KSB) kembali beraksi anarkis dengan membakar sebuah pesawat twin otter milik Mission Aviation Fellowship (MAF) di Bandara Nabire hanya karena masalah sepele takut tidak kebagian tempat duduk akibat provokasi kelompok separatis bersenjata (KSB).

Peristiwa itu dibenarkan Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa, Kamis 7 Januari 2020.

“Pembakaran itu terjadi akibat warga setempat diprovokasi KSB sehingga masyarakat ketakutan,” ujar Suriastawa seperti dilansir antaranews.

Padahal persoalannya sederhana saja yaitu twin otter MAF tersebut batal terbang ke tujuannya yaitu Intan Jaya.

Pesawat dengan nomor registrasi PK MAK itu sudah tinggal landas dari Bandara Nabire pada pukul 06.00 WIT.

Namun, cuaca buruk membuatnya harus kembali lagi ke bandara asal. Setelah cuaca membaik, pesawat itu dijadwalkan terbang pada pukul 09.40 WIT.

Masalahnya, terjadi penumpukan penumpang ketika pesawat itu tidak sampai ke tujuannya. Akibatnya mereka berebut kursi pesawat yang kemudian diprovokasi anggota KSB sehingga massa membakar pesawat tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini