KPU Terima 2,3 Juta Data Pemilih WNI di Luar Negeri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah melakukan pendataan terkait Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang berhak memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Data ini dikumpulkan melalui 130 perwakilan RI yang tersebar di Mancanegara.

Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu, Andy Rachmiantodan, menyebutkan total WNI di luar negeri yang berhak memilih di tahun 2024 sejumlah 2.310.497 jiwa. Angka ini terdiri dari 1.430.201 wanita, dan 880.296 pria.

“Data yang baru saja saya sampaikan ini kita ambil per 12 Oktober 2022 lalu,” kata Andy di Kantor KPU RI, Jakarta, pada Jumat 14 Oktober 2022.

Andy mengatakan salah satu sumber data tersebut juga berasal dari data daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (PTLN) Tahun 2019. Daftar pemilih luar negeri ini akan terus dimutakhirkan untuk penyusunan DP4LN dalam pemilu mendatang.

“Sehingga kita harapkan data tersebut akan menjadi semakin akurat, semakin bisa diandalkan untuk mendukung pelaksanan pemilu 2024,” kata dia.

Andy menjelaskan tahun ini Kemenlu telah melaksanakan kegiatan pemutakhiran data ini di luar negeri dengan bermitra dengan Dirjen Dukcapil dan beberapa kementerian/lembaga terkait. Dirjen Dukcapil sendiri melakukan pendataan menggunakan NIK sebagai sinlge identity number.

“Sebagaiaman diketahui data DPTLN Tahun 2019, sekitar 92 persen pemilih WNI tidak memiliki NIK. Karena itu kerjasama dengan Ditjen Dukcapil dapat melengkapi data NIK dengan melalui upaya menerbitkan NIT atau Nomor Identitas Tunggal untuk menjindari data ganda,” jelasnya.

Andy mengatakan hasil pemutakhiran data tersebut ditujukan bukan hanya mendukung pelayanan dan perlindungan WNI yang lebih baik, tapi juga dapat menghasilakn DP4LN yang akurat dan mutakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini