Konsumsi Ganja, Bassist Boomerang Hubert Henry Ditangkap Polisi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kabar tak sedap datang dari dunia musik Indonesia, dimana narkoba lagi-lagi menjerat para musisi. Kali ini, Bassist Boomerang Hubert Henry Limahelu diamankan polisi karena terbukti mengonsumsi dan kepemilikan ganja seberat 6,7 gram.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, sang bassist ditangkap di rumahnya Jalan Kalongan Kidul, Krembangan, pada Senin 17 Juni 2019 dini hari. Pria yang sempat menjadi vocalis Boomerang usai Roy Jeconiah keluar itu diamankan sebagai pengguna.

Saat penangkapan, Henry sempat berusaha melarikan diri saat ditangkap karena mengonsumsi ganja. Ia melompat dari lantai dua rumahnya yang ada di Jalan Kalongan Kidul, Kembangan, Surabaya.

Saat ditangkap, Henry juga sempat berusaha menghilangkan barang bukti. Ia melempar 6,7 gram ganja ke atas genteng.

Dalam agenda ungkap kasus dan pemusnahan narkoba di Polrestabes Surabaya, Henry angkat bicara soal penangkapannya. Kepada wartawan, ia mengakui sebagai pengguna ganja.

Tidak hanya itu, Henry juga memaparkan alasannya mengkonsumsi barang terlarang tersebut. Menurut Henry, ganja merupakan obat bagi sakit bronkitis yang dideritanya sejak Boomerang berjaya dulu.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini