Kompak dengan Rupiah, IHSG Juga Perkasa Sore ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Seperti halnya rupiah, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis 5 September 2019. IHSG ditutup pada level 6.306,80 atau naik 0,59 persen.

Mengutip data RTI business, sepanjang Kamis ini investor membukukan transaksi sebesar Rp 8,4 triliun dengan volume transaksi sebesar 14,05 miliar saham.

Sementara, pelaku pasar asing melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar Rp 88,24 miliar.

Pada penutupan kali ini, 219 saham bergerak menguat, 186 turun, dan 142 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, indeks sektoral mayoritas melemah dengan sektor infrastruktur melemah paling tajam sebesar 1,29 persen.

Sementara itu, indeks saham Asia terpantau bergerak variatif. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,03 persen. Sedangkan indeks Nikkei225 di Jepang naik 2,12 persen. Begitupun Shanghai composite index dan strait time index Singapura masing-masing naik 0,96 persen dan 0,52 persen.

Tak jauh berbeda, indeks saham di Eropa juga bergerak variatif. Indeks GDAX di Jerman naik 0,65 persen. Sedangkan FTSE100 di Inggris turun 0,46 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini