Klaim Pengangguran di AS Turun ke Level Terendah Selama Inflasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lagi pekan lalu ke level terendah sejak empat bulan terakhir. Bahkan hal tersebut terjadi ketika Federal Reserve melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengendalikan inflasi.

Aplikasi bantuan pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 10 September turun 5.000 menjadi 213.000. Departemen tenaga kerja melaporkan bahwa jumlah tersebut merupakan yang paling sedikit sejak akhir Mei 2022. Aplikasi umumnya mencerminkan adanya PHK.

Jumlah orang Amerika yang mengumpulkan tunjangan pengangguran tradisional naik tipis 2.000 untuk pekan yang berakhir 3 September menjadi 1,4 juta.

Perekrutan pekerja di AS pada tahun 2022 sangat kuat bahkan di tengah kenaikan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi yang lemah. Federal Reserve telah secara agresif menaikkan suku bunga dalam upaya untuk menurunkan inflasi yang umumnya memperlambat pertumbuhan pekerjaan.

Pertumbuhan ekonomi telah menurun pada paruh pertama tahun 2022 yang menurut beberapa definisi informal menandakan resesi. Bisnis di Amerika tetap kesulitan mencari pekerja, mereka telah memposting lebih dari 11 juta lowongan pekerjaan pada bulan Juli yang memberi dua lowongan pekerjan bagi tiap pengangguran di AS.

Inflasi terus menjadi kendala terbesar bagi ekonomi AS. Kenaikan harga konsumen sedikit melambat dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar terjadi karena penurunan harga gas.

Namun secara keseluruhan, harga makanan dan kebutuhan pokok lainnya tetap cukup tinggi sehingga Federal Reserve telah memutuskan untuk terus menaikkan suku bunga acuan sampai harga kembali ke tingkat normal.

Ketua Jerome Powell mengatakan “Kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk memperlambat ekonomi untuk beberapa waktu untuk menjinakkan inflasi terburuk di 40 tahun,” dilansir dari New York Post.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Harga Daging Sapi di Bantul mulai Turun, Ini yang jadi Penyebabnya

Mata Indonesia, Bantul - Setelah Lebaran, harga daging sapi di Bantul mulai mengalami penurunan secara perlahan. Nur Wijaya, Lurah Pasar Niten, membenarkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa pada 15-16 April 2024, harga daging sapi sudah stabil.
- Advertisement -

Baca berita yang ini