KKP Tangkap Kapal Vietnam, Komitmen Jaga Laut Natuna Terbukti

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan ketegasan dalam menjaga kedaulatan laut nasional. Dua kapal ikan asing berbendera Vietnam berhasil ditangkap di wilayah perairan Laut Natuna Utara oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui operasi pengawasan intensif baru-baru ini.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara petugas pengawasan dan partisipasi aktif masyarakat pesisir.

“Strategi ini sangat efektif dalam operasional pengawasan di wilayah perbatasan Laut Natuna Utara,” ujar Pung.

Ia menyebut, sebagian besar kapal asing ilegal berhasil diamankan berkat laporan dari nelayan yang melihat aktivitas mencurigakan.

Sejak 2020, sebanyak 147 kapal ditangkap di wilayah Kepulauan Riau, terdiri dari 85 kapal Indonesia dan 62 kapal asing. Potensi kerugian negara yang diselamatkan diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun.

“Kepri atau Laut Natuna Utara menjadi salah satu area rawan IUU Fishing terutama kapal-kapal dari Vietnam,” ungkap Pung.

Menurutnya, Laut Natuna Utara yang berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 memiliki potensi perikanan sebesar 1,3 juta ton per tahun, menjadikannya incaran kapal asing.

Perbedaan pandangan batas laut antara Indonesia dan Vietnam turut memicu ketegangan di zona abu-abu yang belum disepakati.

“Kondisi ini membuat nelayan-nelayan Natuna kerap melaporkan kapal asing masuk wilayah tersebut,” lanjut Pung.

Namun, pengawasan tidak berjalan tanpa tantangan. Kapal pengawas KKP hanya tiga unit yang mampu menjangkau Natuna secara efektif. Bahkan, petugas kerap menghadapi perlawanan langsung dari kapal asing yang dikawal coast guard Vietnam.

“Kalau di sini mereka kelihatan pendiam, tapi kalau di laut mereka galak-galak melawan ke kami,” ucap Pung.

Pung juga menjelaskan bahwa kapal Vietnam kadang mencoba menabrak kapal KKP atau melemparkan tali untuk melumpuhkan baling-baling kapal patroli.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menegaskan pentingnya dukungan anggaran dan infrastruktur bagi KKP.

“Menjaga laut Indonesia perlu semangat, infrastruktur, dan juga dukungan pendanaan,” tegasnya.

Pemerintah melalui KKP juga terus mendorong penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk memperkuat Command Center dan pengendalian operasi laut secara digital.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini