Kini Pemerintah Mengizinkan Konser Musik dan Resepsi Nikah Berskala Besar Dengan Syarat…

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah dua tahun berlalu, Indonesia tidak bisa menggelar konser musik dan resepsi nikah dalam skala besar. Kabar baiknya kini pemerintah sudah mulai mengizinkan masyarakatnya untuk menggelar acara dan pameran yang berskala besar lagi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengumumkan regulasi ini sebagai dukungan percepatan pemulihan ekonomi nasional. Terutama dalam sektor pariwisata yang sempat menurun drastis sejak COVID-19 mulai terjadi.

Acara berskala besar yang boleh berlangsung adalah seperti acara resepsi pernikahan, festival musik atau konser, pameran, dan pertandingan olahraga.

Namun kebijakaan ini perlu mengakomidir kegiatan masyarakat. Agar masyarakat tetap bisa produktif dan aman dari COVID-19.

Namun, dengan ini penyelenggara acara harus memenuhi syarat, yaitu memastikan kondisi kasus COVID-19 pada area kegiatan berlangsung. Penyelenggara juga harus mempersiapkan fasilitas pendukung prokes dan memastikan setiap peserta mematuhinya.

Penyelenggara wajib memastikan tidak ada kasus positif yang kembali ke daerah asalnya setelah kegiatan telah selesai. Agar tak terjadi penyebaran kembali.

Untuk partisipan, tingkatkan karantina setelah sampai daerah asalnya.

Gimana senang gak?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini