Kilang Balongan Segera Beroperasi, Peralatan Utama Proyek Sudah Terpasang

Baca Juga

MATA INDONESIA, INDRAMAYU – Akhirnya, Proyek Revitalisasi Unit Residue Catalytic Cracking (RCC) PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan segera beroperasi.

Hal itu untuk mengembalikan performa Unit RCC yang sudah kurang optimal agar lebih produktif. Setelah beroperasi hampir 30 tahun.

Proyek yang bertujuan untuk meremajakan kembali unit RCC ini, di antaranya telah berhasil menurunkan seluruh equipment atau peralatan kritikal yang lama. Dan menggantikan dengan peralatan yang baru. Diantaranya Reaktor, Orifice Chamber, Cyclone, Riser, dan stack.

General Manager Project Balongan, Nugroho, menjelaskan, proses penggantian peralatan berjalan aman. Pihaknya menggunakan Giant Crane PT50 dengan mengutamakan aspek keamanan yang sangat ketat terhadap setiap pekerjaannya.

”Alhamdulillah Cyclone dan Head Regenerator, yang merupakan bagian dari Regenerator RCC Kilang Balongan berhasil kami angkat. Tanpa menimbulkan insiden dan diganti dengan yang baru. Begitu juga saat mengganti Reaktor, Orifice Chamber, Riser, dan Stack,” ujar Nugroho, Jumat 15 April 2022.

Ia menuturkan, kelima peralatan kritikal merupakan alat inti Unit RCC Kilang Balongan yang memiliki peranan penting dalam menghasilkan produk bernilai tinggi. ”Cyclone ini berfungsi untuk memisahkan debu katalis dengan udara hasil pembakaran di Regenerator. Sehingga katalis tidak keluar ke udara bebas. Kemudian untuk Orifice Chamber berfungsi Mereduksi tekanan Flue Gas keluaran dari Regenerator. Sebelum menuju ke CO Boiler di Unit RCC Kilang Balongan,” katanya.

Untuk riser yang memiliki bobot 93 Ton tersebut, tempat terjadinya kontak antara katalis dengan feed/umpan reaktor untuk memulai reaksi Catalytic Cracking.

Sedangkan reaktor, adalah pergantian peralatan terberat sebesar 750,8 Ton. Fungsinya sebagai tempat berlangsung reaksi Catalytic Cracking. Ini  untuk merekahkan rantai karbon dari feed (umpan) minyak berat bernilai jual rendah menjadi produk dengan rantai karbon lebih pendek yang mempunyai nilai lebih tinggi. Seperti Propylene, LPG, Naptha, Light Cycle Oil (LCO), dan Decant Oil.

Menurut Nugroho beberapa material existing juga modifikasi. Hal ini  agar fungsinya dapat menyesuaikan dengan equipment atau peralatan baru yang sudah terpasang.

Dalam pelaksanaanya, terdapat beberapa tantangan. Namun dengan segala upaya dan ikhtiar, pihaknya terus berusaha agar target sesuai perencanaan.

“Doakan semuanya berjalan lancar agar kehandalan Kilang Balongan meningkat. Terutama di unit RCC. Dan hal ini akan sangat mendukung dalam pemenuhan produksi BBM nasional,” katanya.

Ia menambahkan, proyek revitalisasi RCC atau perawatan Kilang Balongan ini akan selesai pada 20 April 2022.

Reporter: Rizal Kris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tekanan Global terhadap Rupiah dan Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas

Oleh: Dewi Hesti*) Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak dinamis, nilai tukar rupiah turutmenyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan internasional, termasuk penguatandolar Amerika Serikat dan perubahan arus modal global. Kondisi ini merupakanfenomena yang juga dialami banyak mata uang negara berkembang. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat berkat fondasimakroekonomi yang semakin solid, didukung oleh stabilitas inflasi, pertumbuhanekonomi yang terjaga, serta sistem keuangan yang semakin kuat. Pergerakan nilai tukar rupiah pada dasarnya mencerminkan dinamika pasar keuanganglobal yang semakin terintegrasi. Ketika investor meningkatkan minat terhadap asetberbasis dolar, sebagian arus modal internasional memang menyesuaikan arahinvestasinya. Namun situasi tersebut lebih merefleksikan perubahan sentimen global dibandingkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Stabilitas ekonomi nasional tetapterjaga dengan baik berkat kinerja sektor riil yang produktif serta kebijakan ekonomiyang konsisten dan adaptif. Dalam menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia terusmemperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas nilai tukar sekaligusmempertahankan kepercayaan pelaku pasar. Berbagai instrumen kebijakan moneterdan stabilisasi pasar dijalankan secara terukur agar pergerakan rupiah tetap selarasdengan fundamental ekonomi nasional. Pendekatan yang tenang, terukur, dan berbasiskoordinasi ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikanIndonesia tetap tumbuh kuat di tengah perubahan global. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan terkait potensi tekananekonomi akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, ia memastikanakan mengambil kebijakan yang bisa meredam dampak lonjakan harga minyak ketikaharga sudah di luar kendali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nantinya. Ia juga menekankan bahwa saat ini pemerintah terus menjaga fundamental ekonomiagar tetap kuat sehingga para investor diharapkan tidak panik terhadap pergerakanpasar saat ini. Berbagai indikator ekonomi juga menunjukkan bahwa perekonomiannasional dalam kondisi yang baik. Pendekatan kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara stabilitas pasar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini