Ketum PBESI Budi Gunawan Guyur Bonus Atlet Esports Peraih Medali SEA Games 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada 30 atlet esport Indonesia peraih medali emas, perak dan perunggu pada SEA Games Vietnam.

Mereka adalah para atlet peraih medali emas dari nomor Free Fire dan PUBG Mobile Beregu, medali perak dari nomor PUBM Mobile Solo, Free Fire dan Mobile Legends: Bang Bang, serta medali perunggu dari nomor Cross Fire.

Apresiasi antara lain berupa piagam penghargaan, serta bonus uang senilai Rp2.252.700.000 untuk seluruh peraih medali emas, Rp1.234.200.000 untuk seluruh peraih medali perak dan Rp335.000.000 untuk seluruh peraih medali perunggu.

Ketua Umum PBESI Budi Gunawan menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian yang berhasil ditorehkan oleh para atlet esport yang disebutnya sebagai para pejuang yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah antarbangsa.

“Atas nama PBESI, kami sampaikan selamat atas prestasi gemilang para atlet esports yang berlaga berjuang atas nama bangsa dan negara, Indonesia, di ajang SEA Games Hanoi 2021. Rasa haru dan bangga yang kami rasakan sulit untuk kami wujudkan dalam bentuk kata-kata,” kata Budi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada segenap pengurus PBESI, para pelatih, Badan Tim Nasional, serta tim yang terlibat langsung dalam mendukung performa para atlet Tim Nasional Esports Indonesia,” ujarnya.

Budi Gunawan berharap apresiasi dan penghargaan yang disampaikan kepada para atlet peraih medali dapat makin memacu pencapaian prestasi yang lebih baik lagi di masa depan. Dia juga berpesan agar para atlet terus meningkatkan intensitas latihannya guna prestasi yang lebih baik.

“Pelajari betul apa yang masih menjadi kelemahan dan kekurangan, sebagai landasan evaluasi strategis untuk pencapaian prestasi internasional yang makin meningkat di masa mendatang,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini