Ketua Umum PSSI Sambut Kembalinya Timnas U-19 ke Tanah Air

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyambut kedatangan tim nasional Indonesia U-19 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa 27 Oktober 2020 malam WIB.

Timnas U-19 tiba di Tanah Air setelah selama dua bulan menjalani pemusatan latihan (TC) di Kroasia sejak 30 Agustus. Di Kroasia, Garuda Muda juga melakukan 11 laga uji coba.

David Maulana dkk. melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), serta dua kali melawan Qatar (2-1 dan 1-1), Bosnia Herzegovina (0-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), Makedonia Utara (4-1 dan 0-0), Hajduk Split (4-0).

Dalam penyambutan timnas U-19, Iriawan didampingi Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, Plt Sekjen Yunus Nusi, Wakil Sekjen Maaike Ira Puspita, Deputi Bisnis Komersial Rudy Kangdra, Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Dirut Operasional PT LIB Sudjarno.

“Pada kesempatan kali ini kami menyambut kedatangan para penggawa timnas Indonesia U-19. Alhamdulillah mereka semua (para pemain) dalam keadaan sehat walafiat, hasil tes swab juga semua dinyatakan negatif termasuk para official yang ikut TC ke Kroasia,” ujar Iriawan, di laman resmi PSSI.

“Pengalaman TC kali ini juga sangat dirasakan para pemain. Kami juga sebelumnya telah berdiskusi program seperti apa yang akan diterima tim ini selanjutnya,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini