Ketua JDN Indonesia: Vaksinasi Covid19 Harus Dipercepat dan Angka Kesembuhan Dinaikkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi Covid19 harus dipercepat dan angka kesembuhan terus ditingkatkan mendekati 90 persen.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Junior Doctor Network (JDN) Indonesia, dr Andi Khomeini Takdir kepada Mata Indonesia News, Senin 8 Februari 2021.

‘Yang divaksin baru sekitar 1 juta setelah hampir 4 pekan lamanya. Jalan masih panjang. Kita perlu percepatan,” ujar Andi.

Sebelumnya Universitas Johns Hopkins mengeluarkan perhitungan, dengan laju vaksinasi seperti sekarang Indonesia baru mencapai kekebalan komunal atau herd immunity sebesar 75 persen penduduk lebih dari 10 tahun.

Selain mempercepat vaksinasi, aktivis Gerakan Indonesia Sehat 5.0 tersebut juga menganjurkan terus menaikkan angka kesembuhan pasien Covid19 hingga mendekati 90 persen.

Saat ini dengan angka kesembuhan Indonesia dibandingkan kasus positif sudah di atas 80 persen atau jauh di atas angka dunia yang sekitar 73 persen.

Menurutnya, seluruh elemen pengobatan, termasuk dukungan spiritual keagamaan diyakininya bisa terus meningkatkan angka kesembuhan di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini