Ketemu Biden, Jokowi Singgung Laut Cina Selatan dan Perkuat Kemitraan Strategis

Baca Juga

MATA INDONESIA,JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam gelaran KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia, Senin 1 November 2021. Dalam pertemuan itu, ada sejumlah hal yang disampaikan Jokowi.

Menurut penjelasan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Presiden ikut menyingung terkait situasi di Laut Cina Selatan (LCS).

“Mengenai laut Cina Selatan, Presiden menyampaikan bahwa keinginan Indonesia hanya satu yaitu laut Cina Selatan sebagai laut yang damai dan stabil, untuk itu Presiden menekankan bahwa hukum internasional khususnya UNCLOS 1982 harus dihormati oleh semua pihak,” katanya dalam tayangan youtube sekretariat presiden, Selasa 2 November 2021.

Selain itu, Jokowi juga membahas tentang pentingnya bagi Indonesia dan AS untuk memastikan ‘democracy delivers’. Kata Retno, sebagai negara demokrasi kedua dan ketiga terbesar di dunia, maka kemitraan strategis Indonesia-AS harus berkontribusi bagi kemakmuran dan stabilitas kawasan.

Retno juga mengungkapkan bahwa AS memberikan dukungan terhadap presidensi G20 Indonesia. Kedua pemimpin negara itu juga membahas mengenai kerja sama vaksin yang dilakukan selama ini.

“Dan Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan vaksin Amerika Serikat kepada Indonesia,” ujarnya.

Retno mengungkapkan, pertemuan bilateral Jokowi dan Biden berjalan cukup lama sekitar satu jam dengan suasana yang sangat hangat dan bersahabat. Ini adalah pertemuan fisik pertama kedua Presiden itu.

“Presiden Biden menyampaikan pentingnya peran kepemimpinan Indonesia dalam kawasan, dan menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimis Perekonomian Indonesia Terus Bertumbuh

Optimisme pemerintah dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat di tahun-tahun mendatang merupakan sebuah harapan yang perlu didukung...
- Advertisement -

Baca berita yang ini