Kesehatan Ibu Ani Yudhoyono Dikabarkan Drop

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Kabar kurang menyenangkan datang dari Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena kondisi mantan ibu negara dikabarkan drop.

Kabar itu datang dari menantunya, Aliya Rajasa Baskoro Yudhoyono yang diunggah di akun instagramnya.

“Karena kondisi darah Memo yg sedang drop, jadi kalau memo berdiri atau jalan wajib kami dampingi dengan sigap supaya tidak jatuh,” begitu ungkap Aliya, istri Edi Baskoro alias Ibas, dalam pernyataan tertulisnya, Selasa 7 Mei 2019.

Selain kabar itu, dia juga mengunggah gambarnya bersama Ibu Ani dan cucunya Babu Gaia.

Difoto itu tampak kulit mantan ibu negara tersebut seperti ada flek kehitam-hitaman. Namun Aliya tidak menjelaskan penyebabnya.

Sementara pada akun instagram pribadinya, anak sulung Ibu Ani dan Pak SBY, Agus Harimurti yang akrab disapa AHY mengunggah fotonya sedang bangun tidur untuk makan sahur bersama ibunda tercinta di National University Hospital (NUH) Singapore.

Foto diri AHY yang hanya menampakkan wajahnya sangat jelas memperlihatkan matanya yang agak berkaca-kaca.

AHY (IG @agusyudhoyono)

Pada kolom komentar dia menulis saat itu merupakan sahur pertamanya sambil menjaga Ibu.

“Biasanya beliau yang paling semangat membangunkan anak cucunya untuk sahur. Mohon doanya agar Ibu Ani bisa sembuh seperti sedia kala… Selamat berpuasa teman-teman… Semoga sehat selalu,” begitu pernyataan yang ditulis AHY.

Seperti dikabarkan Ibu Ani saat ini sedang menanti proses transplantasi sumsum tulang belakang untuk menyembuh kanker darah yang dia derita.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini