Keren, Subsidi Listrik PLN Sudah Jangkau 31,3 Juta Pelanggan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Subsidi listrik PLN yang dijanjikan pemerintah berjalan dengan baik. Hingga saat ini bantuan itu sudah menjangkau total 31,3 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Secara rinci, dari 31,3 juta pelanggan tersebut, 24 jutanya adalah pelanggan listrik 450 VA dan 7,3 juta pelanggan 900 VA.

Diketahui, Kementerian ESDM telah mengeluarkan kebijakan baru penambahan masa subsidi listrik kepada pelanggan rumah tangga 450 VA dan sebagian 900 VA selama 6 bulan, dari April hingga September 2020.

“Secara khusus kebijakan bantuan dari negara berupa diskon tagihan listrik selama 6 bulan dari April sampai September 2020 untuk golongan rumah tangga 450 VA dan rumah tangga 900 VA,” kata Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.

Rida berkata, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan atau subsidi listrik kepada pelanggan kategori bisnis dan industri.

“Kami memberikan stimulus kepada pelanggan bisnis dan industri untuk pelanggan 450 VA dan industri 450 VA dengan total pelanggan 455 ribu pelanggan,” ujarnya.

Program ini juga berlaku selama bulan April-September 2020. Rida berharap bantuan pemerintah ini hanya bersifat sementara dan tidak menjadi permanen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini