Keren, Sejumlah Produk Pesantren dan UMKM Jawa Barat Ludes Terjual di Tengah Pagelaran MotoGP Mandalika

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANDALIKA – Produk pesantren dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat dipamerkan pada ‘Mandalika Experience Expo 2022’ dalam Event MotoGP Mandalika. Sejumlah produk ludes terjual.

Pada Pameran yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur NTB Sukmawijaya, Jumat (18/3/2022), Stan Jawa Barat hadir dengan produk unggulan binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jabar, dan Kreasi (Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi) Jabar.

Selain itu, sebanyak 60 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jabar yang lolos kurasi juga mengikuti pameran “Produk Unggulan UMKM Indonesia dan Festival Kuliner Mandalika” menampilkan multiproduk otomotif, racing, kerajinan dan makanan-minuman olahan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar, Kusmana Hartadji mengemukakan, pameran produk UMKM, OPOP (One Pesantren One Product), serta Kreasi Jabar di Mandalika sangat startegis  terutama dalam memperkenalkan produk UMKM Jabar ke pasar dunia.

“Event MotoGP merupakan ajang internasional yang banyak dihadiri penonton dari dalam, maupun luar neger,” ujarnya.

Kusmana menambahkan, desain stan Jabar di pameran ini sangat menarik dengan produk-produk yang kreatif pula, sehingga ruang pamer Jabar banyak dikunjungi dan produknya diminati pengunjung.

“Untuk handuk dan kaus produk pesantren OPOP di hari kedua sudah ludes terjual. Kemudian produk Tumbler Bambu produksi MQ Art UMKM Juara juga laris manis. Bahkan perajin Bambu NTB memborong produk MQ Art,” katanya.

Lokasi pameran berada di Parkir Timur Sirkuit Mandalika. Lokasinya sangat strategis karena merupakan tempat penukaran tiket online MotoGP Mandalika.

Berbagai produk yang ditampilkan dalam Ruang Pamer Jabar (Stand West Java) sebagai berikut:

  1. MQ Art (Kerajinan Bambu, Kota Bogor).
    2.  SND Factory Racing (produk Outdoor dan racing, Kota Cimahi).
  2. Bermock Warm Embrace.
  3. Gino Mariani (Sepatu, Bogor).
  4. Jejak Bumi (Sepatu).
  5. Uttara (Cimahi, produk Outdoor).
  6. Produk OPOP seperti topi (Ponpes Al Ikhlas Sururu Kabupaten Ciamis), Kaus (Ponpes Bentang Kabupaten Sukabumi), sandal (Ponpes Darunnidzom Al Istiqlal Kabupaten Cianjur), handuk dan sprei (Ponpes Thariqul Jannah Kota Bekasi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini