Keren! Polwan-polwan Cantik Ini Jadi Garda Terdepan Jaga Demo Mahasiswa

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sejumlah mahasiswa kembali turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi mereka untuk mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu KPK pada Kamis 17 Oktober 2019 di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Namun, ada yang unik saat demonstrasi tengah berlangsung.l

Di depan Gedung Kementerian Pariwisata, dekat dengan Patung Kuda, sejumlah Polwan cantik berdiri menjadi garda terdepan, mengalau demonstran yang ingin bergerak menuju Istana Presiden.

Polwan-polwan tersebut nampak berbaris dengan senyuman terpancar di wajah mereka. Tak segan pula mereka menyapa para demonstran dengan lambaian tangan.

Fenomena tersebut membuat demonstran ikut menukar formasi barisan dengan membiarkan kaum hawa menjadi barisan terdepan, dan membiarkan mereka menyampaikan keluhannya.

Meski tak berhasil menyampaikan aspirasi di depan Istana, para demonstran tetap tertib dan menghargai keputusan aparat. Aksi unjuk rasa pun ditutup dengan pelukan hangat antar demonstran dengan para polisi-polisi wanita. (Annastasya Rizqa/RyV)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini