Keren, 20 Provinsi Nihil Kasus Meninggal karena Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Data per Minggu 1 November 2020, sebanyak 20 provinsi mencatatkan nol kasus atau tak ada penambahan baru pasien meninggal karena positif Covid-19.

Namun, secara keseluruhan di Indonesia, kasus meninggal karena corona tercatat mencapai 74 jiwa. Sehingga total kumulatif kasus meninggal mencapai 13.943 jiwa.

Kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta, yakni 19 jiwa. Sementara di urutan selanjutnya adalah Jawa Tengah dengan 11 jiwa, lalu Jawa Timur dengan 8 jiwa.

Sementara itu, jumlah kasus baru positif Covid-19 bertambah 2.696 orang. Maka total akumulatif kasus positif Covid-19 di tanah air kini tembus 412.784 orang.

Sedangkan pasien yang sembuh usai terjangkit Covid-19 bertambah 4141 orang per hari ini. Dengan begitu, total akumulatif kasus sembuh di Indonesia mencapai 341.942 jiwa.

Berikut sebaran lengkap penambahan pasien meninggal akibat Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia per 1 November 2020:

1. DKI Jakarta 19 kasus

2. Jawa Tengah 11 kasus

3. Jawa Timur 8 kasus

4. Jawa Barat 2 kasus

5. Sumatera Barat 5 kasus

6. Kalimantan Timur 5 kasus

7. Sulawesi Tenggara 0 kasus

8. Sumatera Utara 2 kasus

9. Banten 2 kasus

10. Bali 2 kasus

11. Sumatera Selatan 10 kasus

12. Papua Barat 1 kasus

13. Riau 2 kasus

14. Lampung 2 kasus

15. Kalimantan Selatan 2 kasus

16. Sulawesi Selatan 0 kasus

17. Nusa Tenggara Barat 0 kasus

18. Kalimantan Barat 1 kasus

19. Aceh 0 kasus

20. Sulawesi Utara 0 kasus

21. Sulawesi Tengah 0 kasus

22. Kepulauan Riau 0 kasus

23. DI Yogyakarta 0 kasus

24. Maluku 0 kasus

25. Nusa Tenggara Timur 0 kasus

26. Sulawesi Barat 0 kasus

27. Bangka Belitung 0 kasus

28. Kalimantan Utara 0 kasus

29. Gorontalo 0 kasus

30. Bengkulu 0 kasus

31. Jambi 0 kasus

32. Kalimantan Tengah 0 kasus

33. Maluku Utara 0 kasus

34. Papua 0 kasus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini