Kemenkeu: Beda dengan 1998, Ekonomi Indonesia Lebih Baik Sekarang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAEkonomi Indonesia dijamin akan tumbuh dengan baik lagi akhir 2020 ini karena fundamental kita baik, politik dan keamanan stabil karena tidak ada faktor di dalam negeri yang rawan sehingga membuat situasinya sama dengan 1998.

Hal itu diungkapkan Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo dalam sebuah webinar, Rabu 4 November 2020.

Dia memprediksi pada kuartal IV atau terakhir di tahun 2020 ekonomi Indonesia akan tumbuh positif namun hanya sedikit di atas nol persen.

“Dengan kebijakan yang berjalan selama 7 bulan ini, rasanya dengan arah yang tepat meskipun beberapa hal belum optimal.

Yustinus bahkan memprediksi dengan kebijakan yang benar dan dijalankan secara konsisten maka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa mencapai 5 persen.

Apalagi banyak negara dan lembaga internasional yang memuji langkah pemulihan ekonomi Indonesia tanpa mengabaikan masalah kesehatan yang sedang terjadi yaitu pandemi Covid19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini