Kemenhub: Selama Lebaran, Harga Tiket Pesawat Naik 79 Persen Lebih

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Musim Lebaran 2019 ternyata menjadi ajang maskapai di Indonesia untuk menaikkan harga tiket. Tak tanggung-tanggung, mereka ‘tega’ meminta para penumpang untuk merogoh kocek lebih dalam untuk terbang ke kampung halaman.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kenaikan harga mencapai 79,5 persen dibandingkan periode lebaran 2018. Hal itu disampaikan Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo di Jakarta, Jumat 14 Juni 2019.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga tersebut mulai dari 16 persen sampai 79,5 persen, dengan rata-rata kenaikan adalah 34,2 persen hingga 60,7 persen. “Kalau yang membelinya jauh hari dan sebelum PM 106 Tahun 2019 biasanya airline menjual tiket tarif rendah, tarif terendah dibandingkan tahun lalu itu sekarang lebih mahal antara 16 persen sampai 79 persen,” katanya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.

Mahalnya tiket pesawat, kata dia, sudah dirasakan oleh masyarakat sebelum periode lebaran. Kondisi ini memberi efek psikologis kepada mereka, sehingga penggunaan angkutan udara mengalami penurunan pada lebaran tahun ini.

“Sinyalemen bahwa ini karena kenaikan tarif angkutan udara itu sehingga penumpang berkurang ini mungkin benar secara psikologis, artinya karena sebelum periode lebaran masyarakat menerima angkutan udara yang naik dibanding periode sebelumnya,” ujarnya.

Sugihardjo sebelumnya mengatakan, berdasarkan data terakhir terjadi penurunan penumpang pesawat cukup signifikan yaitu 27 persen dibanding dengan lebaran tahun lalu.

Berita Terbaru

Pemerintah Tegas Jaga Keamanan Papua Demi Masa Depan Masyarakat yang Lebih Sejahtera

Oleh Yonas Pekei*Komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat Papua kembali terlihat melalui langkah cepat aparat TNI-Polri dalam menangani gangguankeamanan di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan. Kehadiran negara melalui aparatkeamanan menunjukkan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utamadi tengah upaya besar pemerintah mempercepat pembangunan dan pemerataankesejahteraan di seluruh wilayah Papua.Peristiwa yang terjadi di wilayah Korowai menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan warga sipil yang sedang bekerja mencari nafkah. Dalamsituasi tersebut, aparat keamanan bergerak cepat melakukan pengamanan wilayah, mengevakuasi korban, serta memastikan kondisi tetap terkendali agar masyarakatdapat kembali beraktivitas dengan aman. Respons cepat tersebut mencerminkankeseriusan negara dalam menjaga stabilitas Papua sekaligus memberikan rasa amankepada masyarakat di daerah pedalaman.Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menegaskanbahwa para korban merupakan warga sipil yang tengah melakukan aktivitaspendulangan emas. Penjelasan tersebut menjadi penting untuk meluruskan berbagaiinformasi yang berkembang sekaligus memastikan masyarakat memperoleh fakta yang benar. Pemerintah melalui aparat keamanan terus mengedepankan keterbukaaninformasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh propaganda dan narasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan di Papua.Langkah yang dilakukan aparat keamanan patut diapresiasi karena Papua saat initengah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Pemerintah dalam beberapatahun terakhir terus memberikan perhatian besar terhadap pembangunan Papua melalui pembangunan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, layanantelekomunikasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Berbagai program strategistersebut bertujuan membuka keterisolasian wilayah serta menciptakan kesempatanyang lebih luas bagi generasi muda Papua untuk berkembang dan bersaing.Keamanan menjadi faktor utama agar seluruh program pembangunan dapat berjalanoptimal. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, masyarakat akan kesulitan menikmatimanfaat pembangunan yang telah dihadirkan pemerintah. Karena itu, langkah tegasaparat keamanan sejatinya merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsunganpembangunan sekaligus memastikan masyarakat Papua dapat hidup dengan tenang, bekerja dengan nyaman,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini