Kemendagri: Perkelahian Menkumham dan Wali Kota Tangerang Sudah Selesai

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Polemik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang berbuntut perseteruan ‘memalukan’ antara Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly disebut sudah selesai.

Kabar sudah tuntasnya masalah tersebut dikonfirmasi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar ketika saat dihubungi Mata Indonesia News, Selasa 16 Juli 2019.

Ia berkata, untuk lebih jelasnya mengenai informasi perseteruan itu dapat menghubungi pihak Kemenkumham.

Seperti yang diketahui, Yasonna sempat menyindir Arief saat peresmian Politeknik BPSDM Hukum dan HAM yang lokasinya berada di kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang.

Menkumham menuding bahwa orang Arief mencari gara-gara. Pasalnya, pembangunan gedung saat itu tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Arief juga disindir karena mewacanakan lahan Kemenkumham sebagai lahan pertanian di Pemerintah Kota Tangerang.

Akibatnya Wali Kota Tangerang tersebut memberhentikan seluruh layanan publik seperti, penerangan jalan atau JPU, pengangkutan sampah, perbaikan drainase pada setiap kantor atau gedung milik Kementerian Hukum dan HAM yang ada di wilayah Tangerang. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini