Keluar Hari Sabtu Gunakan Hijab, Ratu Inggris Mau Masuk Islam?

Baca Juga

MINEWS.ID, BERKSHIRE – Saat menjamu tamunya, Raja Bahrain, publik dikejutkan dengan gaya Ratu Elizabeth II. Bukan hanya kemampuan mengemudikan Range Rover di usianya yang ke-93 tahun tetapi kepala sang ratu yang menggunakan kerudung alias hijab. Apakah Ratu Inggris itu sedang belajar Islam?

Ratu Inggris (93) saat turun dari Range Rover yang dikemudikan sendiri

Penampilan tak biasa Ratu Elizabeth tersebut mungkin karena menghargai tamu yang diundangnya pada ajang Royal Windsor Horse Show, Sabtu 11 Mei 2019. Itu adalah sebuah ajang berkuda bergengsi keluarga kerajaan dunia.

Tamu itu adalah Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. Kedua keluarga kerajaan itu kemudian menikmati hubungan yang hangat sambil menonton kuda-kuda berharga selangit berlaga dibimbing para joki ahli.

Ratu Elizabeth, Raja Bahrain Hamad bin Isa Khalifa dan Pangeran Andrew

Banyak pengunjung acara menilai perempuan uzur itu terlihat lebih cantik dengan hijab bermotif daun dan bunga-bunga kecil.

Ratu memadukan hijabnya dengan coat hitam. Hijab ini sangat cocok dengan riasan make ratu yang soft dengan lipstik pink namun tetap tegas.

Namun yang membuatnya semakin menarik adalah semua itu dipadu dengan senyum sang ratu yang selalu tersungging di sepanjang acara.

Dalam kesempatan itu Raja Bahrain menghadiahi dua kuda Arab. Pada 2017, Ratu Elizabeth memberi Raja Bahrain seekor kuda.

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini