Kejuaraan Tinju Nasional ‘Jakarta Big Fights XIV’ Digelar Hari ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kejuaraan tinju nasional bertajuk ‘Jakarta Big Fights XIV’ akan digelar pada Sabtu, 29 Mei 2021 di Balai Sarbini, Jakarta, yang dipromotori Martin Daniel serta diawasi Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI).

Event tinju ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi peserta yang terlibat dalam pertandingan tersebut maksimal 50 orang dan tidak boleh ada penonton. Setiap peserta yang masuk Balai Sarbini harus bebas covid-19 dengan menunjukkan hasil Swab/PCR atau antigen yang masih berlaku.

Apabila tidak bebas covid-19, siapa pun dia tak diperbolehkan masuk, termasuk petinju pun dibatalkan pertandingannya. Kemudian, tidak boleh ada kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan, dan selalu memakai masker.

Dalam acara timbang badan, Jumat 28 Mei 2021, promotor Jakarta Big Fights XIV, Martin Daniel mengatakan, tinju Profesional Indonesia harus bangun dari tidurnya, meski dua tahun terakhir pandemi corona berlangsung di belahan dunia termasuk Indonesia.

“Terima kasih kepada atlet dan manager semuanya yang hadir disini. Jakarta Big Fights Promotions vakum 2 tahun karena pandemi. Kalau kita diam terus pasti ketinggalan dengan negara lain contohnya seperti Thailand. Kami punya tekad baik untuk memajukan tinju profesional indonesia, salah satunya saya melihat petinju muda amatir berbakat yakni Aser Kewas Tuama (Navas Boxing Camp Manado) di kelas flyweight yang berpotensi bakal calon kuat menjadi juara dunia ke depannya,” kata Martin.

“Kita melakukan Jakarta Big Fights ke XIV ini harus mematuhi peraturan jangan sampai kegiatan yang akan datang tidak bisa terlaksana karena kita tidak mematuhi prokes. Untuk pecinta tinju pro di Tanah Air tidak usah khawatir karena kita akan menyiarkan pertandingan secara livestreaming di kanal Youtube Martin Boxing Channel juga via Facebook dan Instagram,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Milasari Kusumo Anggraini memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Martin Daniel selaku promotor Jakarta Big Fights dan berharap event ini berlangsung dengan baik dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pihak promotor.

“Atas nama Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) kami sangat apresiasi kepada promotor Bapak Martin Daniel yang sudah bekerja keras mau mengadakan kejuaraan Jakarta Big Fights XIV besok. Saya harap kita menjaga integritas baik persiapan dan saat bertanding nanti,” ujarnya.

“Kita sebenarnya sulit mendapatkan izin, tapi karena kerjakeras tim Daniel Martin Promotions dan semuanya serta bantuan pemerintah akhirnya event ini bisa terselenggara. Jadi tolong patuhi protokol kesehatan. Kita mau pertandingan yang berkualitas dan FTPI ingin mengibarkan petinju yang punya spirit winner attitude dan ke depannya bisa juara dunia,” ungkapnya.

Jakarta Big Fights XIV akan mempertandingan 14 partai tinju profesional dengan dua partai utama yakni Kejuaraan Tinju Nasional “Jakarta Big Fights Ke XIV” 2021 Versi FTPI (Federasi Tinju Profesional Indonesia) kelas Bantamweight antara
Samuel Tehuhayo (peringkat 1 Nasional, BSA Martial Arts Ambon) VS Patrick Liukhoto (peringkat 2 Nasional, Victory Target BCC).

Kemudian, kelas Light Flyweight (108 Lbs/48.99 Kg) antara Andika D’Golden Boy Sabu, (Juara WBA Asia Mirah Boxing Camp Bali) VS Stevanus Nana Bau, (Peringkat 2 Nasional Ronde BFC Fighting Camp Bogor).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaksasi SLIK dan Perluasan Akses Rumah Subsidi

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu langkahstrategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, khususnya rumah subsidi. Kebijakan ini hadir di tengah kebutuhan hunian yang terusmeningkat, sementara sebagian masyarakat masih terkendala oleh catatan kredityang tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan finansial mereka saat ini.Dalam konteks tersebut, relaksasi SLIK tidak hanya dilihat sebagai kebijakan teknisdi sektor keuangan, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk mendorong inklusiperumahan. Akses terhadap rumah layak menjadi bagian dari upaya pemerataankesejahteraan yang membutuhkan intervensi kebijakan yang adaptif dan responsif.Kebijakan terbaru memungkinkan masyarakat dengan tunggakan kredit di bawah Rp1 juta tetap dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Langkah ini memberikan ruang bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya terhambat oleh catatan kredit minor untuk tetap memiliki kesempatanmemperoleh hunian.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riilmasyarakat. Ia menilai bahwa banyak calon debitur sebenarnya memilikikemampuan membayar, tetapi terkendala oleh catatan administratif yang relatif kecil.Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam penilaian kelayakankredit, dari yang semata-mata berbasis riwayat menjadi lebih mempertimbangkankondisi aktual. Dengan demikian, kebijakan ini berpotensi membuka akses yang lebih luas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap menegaskan pentingnyamanajemen risiko dalam implementasi kebijakan ini. Relaksasi yang diberikan bukanberarti menghilangkan prinsip selektivitas, melainkan memberikan fleksibilitas dalambatas yang terukur.Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwarelaksasi ini tetap mempertimbangkan kualitas kredit secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut dirancang agar tetap menjaga stabilitassektor keuangan sekaligus mendorong inklusi pembiayaan.Dengan kata lain, kebijakan ini mencoba menyeimbangkan antara perluasan aksesdan mitigasi risiko. Hal ini penting agar peningkatan penyaluran KPR subsidi tidakmenimbulkan potensi kredit bermasalah di kemudian hari.Dari perspektif industri, kebijakan ini disambut positif oleh para pengembangproperti. Relaksasi SLIK dinilai dapat meningkatkan daya serap pasar, khususnya di segmen rumah subsidi yang selama ini menghadapi kendala akses pembiayaan.Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI),...
- Advertisement -

Baca berita yang ini