Kejar PPKM Level 1, Pemkot Sukabumi Bikin Vaksinasi Covid-19 Tingkat RW

Baca Juga

MATA INDONESIA, SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19 melalui vaksinasi tingkat RW maupun dari pintu ke pintu. Hal itu agar kota tersebut bisa menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1.

“Sementara untuk PPKM, masih bertahan di Level 2. Sehingga harapannya bisa masuk ke Level 1 dengan indikator naiknya capaian vaksinasi,” ujar Fahmi di Sukabumi, Kamis 4 November 2021.

Hingga awal November 2021 cakupan vaksinasi dosis pertama di Kota Sukabumi sudah 87,35 persen dan vaksinasi dosis kedua sekitar 46 persen.

Fahmi berharap, capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua bisa berjalan searah sehingga dibuatlah program vaksinasi RW dan dari pintu ke pintu agar warga mudah menjangkaunya.

Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/KPC PEN, cakupan vaksinasi Kota Sukabumi untuk dosis pertama sekarang ada di peringkat ketiga untuk seluruh Jawa Barat.

Sedangkan sasaran vaksinasi ditetapkan sebanyak 235.691 penduduk Sukabumi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini