Kejar Herd Immunity, TNI AU Gelar Vaksinasi Door to Door di Pegunungan Tengah Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Pangkalan TNI AU (Lanud) Silas Papare Jayapura turut berkontribusi membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Papua. Mereka menggelar kegiatan vaksinasi door to door di wilayah pedalaman Papua yang sulit untuk dijangkau.

Kali ini kegiatan tersebut dilakukan di wilayah pegunungan tengah Papua. Menurut Komandan Lanud (Danlanud) Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi, pihaknya berupaya membantu pemerintah untuk mencapai target vaksinasi massal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan lantaran TNI adalah salah satu dari empat pilar yang bertanggung jawab dalam pembentukan herd immunity di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai personel TNI sudah menjadi tanggung jawab untuk mengambil peran yang secara aktif memberikan pelayanan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya, Jumat 3 September 2021.

Budhi juga memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan sepenuh hati dengan menggunakan pendekatan persuasif.

“Harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin COVID-19 ini aman dan dengan melaksanakan vaksin berarti melindungi keluarga, saudara, kerabat serta berarti melindungi masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan untuk menuju lokasi, sebanyak 17 orang tim medis menempuh perjalanan dengan pesawat C-130 Hercules TNI AU rute Jayapura-Wamena, lalu dilanjutkan perjalanan mobil selama 30 menit.

Sebelumnya, Lanud Silas Papare Jayapura sudah mencoba mengirim tim medis ke daerah-daerah pedalaman. Namun hingga kini masih ada warga masyarakat yang menolak divaksin karena banyak informasi yang membuat takut akan risiko vaksinasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini