Kejahatan Junta Myanmar akan Dibawa ke ICC

Baca Juga

MATA INDONESIA, NAYPYDAW – Anggota parlemen Myanmar yang digulingkan sedang menjajaki apakah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dapat menyelidiki kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan sejak kudeta awal Februari.

“ICC adalah salah satunya. Kami bukan negara pihak ICC, tetapi kami perlu … mengeksplorasi cara dan sarana untuk membawa kasus ini ke ICC,” kata Kyaw Moe Tun, melansir Reuters, Jumat, 19 Maret 2021.

Di Jenewa, pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan pengunjuk rasa pro-demokrasi dan penahanan sewenang-wenang. Mereka mengatakan, pemerintah asing harus mempertimbangkan untuk mengejar para junta militer yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Orang-orang yang paling bertanggung jawab atas kejahatan internasional paling serius biasanya mereka yang memegang posisi kepemimpinan tinggi,” kata Kepala Tim PBB, Nicholas Koumjian dalam sebuah pernyataan.

“Mereka bukanlah orang yang secara fisik melakukan kejahatan dan bahkan seringkali tidak hadir di lokasi di mana kejahatan terjadi. Untuk membuktikan tanggung jawab mereka membutuhkan bukti laporan yang diterima, perintah yang diberikan, dan bagaimana kebijakan ditetapkan,” ucapnya.

Juru bicara junta militer Myanmar mengungkapkan bahwa pasukan keamanan hanya menggunakan kekuatan hanya jika diperlukan. Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan aparat kepolisian yang melarikan diri ke India karena diperintahkan untuk menembak para pengunjuk rasa.

Aparat militer dan polisi Myanmar menggunakan taktik kekerasan yang semakin meningkat demi menekan demonstrasi harian yang dilakukan oleh para pengunjuk pemimpin terpilih yang ditahan, Aung San Suu Kyi.

Jumlah orang yang tewas dalam kerusuhan terus meningkat, menjadi setidaknya 224 jiwa, berdasarkan data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik atau Assistance Association for Political Prisoners (AAPP).

Sebuah tim penyelidik PBB di Myanmar meminta orang-orang untuk mengumpulkan dan menyimpan bukti dokumenter tentang kejahatan yang diperintahkan oleh junta militer untuk menuntut para pemimpinnya di masa mendatang.

Ratusan orang telah meninggalkan kota-kota di Myanmar sejak kudeta dan aksi demonstrasi pecah. Mereka berlindung di daerah yang dikuasai oleh milisi etnis di perbatasan Thailand, kata seorang pejabat dari salah satu kelompok itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini