Kebun Binatang di Jerman Kebakaran, Burung dan Simpanse Mati Terpanggang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Awal tahun baru 2020 bencana tidak hanya melanda Indonesia saja. Namun, juga dibeberapa negara, salah satunya di Jerman. Puluhan hewan tewas ketika kebakaran melanda kandang monyet di Krefeld Zoo di barat laut Jerman.

“Kandang monyet kami menjadi korban kebakaran yang dimulai sekitar tengah malam,” kata Direktur Kebun Binatang Wolfgang Dressen kepada wartawan di sebuah konferensi media seperti dikutip dari CNN, Kamis 2 Januari 2020.

Dressen mengatakan setidaknya 30 hewan mati dan itu adalah “hari tersulit yang pernah dimiliki Kebun Binatang Krefeld,” menurut afiliasi CNN, ARD.

“Bagi kami, sangat tragis bahwa mereka yang berada di dalamnya, burung dan mamalia, menjadi korban kebakaran. Di antara mereka adalah monyet yang sangat terancam punah seperti orangutan dari Kalimantan, gorila dataran rendah dari Afrika Tengah dan simpanse dari Afrika Barat,”.

Dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, kebun binatang mengatakan dua simpanse – bernama Bally dan Limbo – selamat dari kobaran api, “seperti keajaiban … mereka hanya sedikit terluka.”

Dikatakan bahwa pasangan simpanse tersebut kini telah dirawat oleh dokter hewan. Gorilla Garden atau Kebun Binatang Gorilla terhindar, menurut pernyataan sebelumnya yang juga dibagikan di Facebook.

Pasaca-kebakaran, Kebun Binatang Krefeld akan ditutup setidaknya hingga Kamis waktu setempat. Pihak terkait berjanji untuk membangun kandang baru dan berharap memiliki kera di kebun binatang itu di masa depan.

Sejauh ini penyebab kebakaran belum dapat dikonfirmasi, polisi setempat mengatakan ada “indikasi” tentang apa yang mungkin menyebabkan kebakaran tersebut.

Penyelidik Kepolisian Krefeld Gerd Hoppmann mengatakan kepada konferensi media bahwa para saksi mata telah melihat lentera terbang di langit sangat rendah. “Terbang dekat dengan kebun binatang dan sangat rendah, sehingga kita dapat berasumsi mereka jatuh di tanah di daerah ini,” katanya.

Lentera sejatinya telah dilarang di negara bagian North Rhine-Westphalia sejak 2009, alasannya karena menimbulkan bahaya kebakaran. Pelanggar dapat didenda hingga 1.000 euro ($ 1.121).

Beberapa orang mengatakan kepada polisi bahwa lentera mungkin yang memicu kebakaran. Polisi kemudian menginvestigasi mereka dan memverifikasi pernyataannya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini