KBRI Ungkap Penyebab Kematian Afridza Munandar, Berikut Hasil Autopsinya

Baca Juga

MINEWS, MALAYSIA – Teka teki penyebab tewasnya pebalap Indonesia Afridza Munandar akhirnya terjawab sudah. KBRI Kuala Lumpur Malaysia mengatakan bahwa hasil autopsi yang dilakukan PDRM atau polisi Malaysia menyebut kematian Afridza Munandar karena cedera kepala.

Diketahui, Afridza mengalami kecelakaan saat Race 1 ATC di Sirkuit Sepang, tepatnya pada tikungan 10 di lap pertama. Sempat dilarikan ke rumah sakit di Kuala Lumpur dan mendapatkan pertolongan pertama, nyawa pebalap muda berbakat ini tak tertolong

“Siang ini PDRM (polisi) Malaysia telah mengeluarkan hasil autopsi yang menyebutkan penyebab kematian adalah cedera kepala karena kecelakaan (head injury due to crash),” kata Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Yusron B Ambary dalam keterangannya, Senin 4 November 2019.

Insiden tersebut terjadi saat Afridza Munandar tampil di Sepang untuk memperebutkan gelar juara Asia Talent Cup. Pebalap tersebut juga pernah memperkuat Astra Honda Racing Team dalam ajang Suzuka Endurance 4 Hours di Jepang.

Rencananya, jenazah Afridza Munandar rencananya diterbangkan ke Indonesia hari ini setelah disalatkan di Masjid Tun Abdul Aziz di Petaling Jaya, Selangor. “Rencananya jenazah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan Garuda GA 821, ETD Soeta pukul 14.00 didampingi oleh official dari Astra Honda Indonesia,” ujarnya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini