Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Karawang Ditangani Polda Jabar

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Kasus dua wartawan Karawang diduga menjadi korban tindakan kekerasan dan penganiayaan dari beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan salah seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang, kini ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan kasus dugaan kekerasan terhadap dua wartawan sudah dilimpahkan ke Polda Jabar.

“Sudah ditangani langsung oleh Reskrimum Polda Jabar, dan anggota saya juga mengawal ke sana,” kata Aldi saat saat dihubungi melalui telepon selular, Jum’at 23 September 2022.

Dia melanjutkan, pihaknya sedang mendalami kasusnya dan sesuai prosedural akan ditangani. “Siapapun yang terbukti bersalah akan kami proses hukum,” katanya.

Sebelumnya, dua wartawan media lokal Karawang diduga menjadi korban tindakan kekerasan dan penganiayaan dari beberapa oknum ASN dan salah seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang.

Dari hasil wawancara, Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa yang menjadi korban mengakui disekap dan dianiaya oleh oknum ASN dan salah seorang pejabat di Karawang.

Reporter: Yuda Febrian Silitonga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini