Kasus Covid-19 Kembali Naik, Cina Keluarkan Larangan Perjalanan

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEIJING – Cina kembali dihantam kasus Covid-19. Lonjakan korban warga yang terpapar di Provinsi Fujian membuat Pemerintah Cina ketar ketir.

Sejumlah provinsi di negara tersebut mengeluarkan peringatan perjalanan menjelang liburan Hari Nasional Cina untuk mengurangi penyebaran virus.

Dalam lima hari terakhir, Fujian telah melaporkan  152 kasus Covid-19.  Meskipun semua kasus lokal baru sejak 10 September hanya dari Provinsi Fujian, namun otoritas Kota Jilin, Maoming, dan Guangzhou melarang penduduknya agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke luar provinsi.

Persoalannya Hari Nasional Cina yang jatuh pada 1 Oktober merupakan perayaan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Umumnya libur berlangsung tiga hari namun biasanya ada perpanjangan sebagai kompensasi hari kerja di weekend. Hari libur tersebut kerap dinamai “Golden Week” dan menjadi hari libur terbesar kedua di Cina setelah tahun  baru.

Ratusan juta masyarakat Cina biasanya bepergian pada hari libur tersebut yang bisa berdampak pada penyebaran Covid-19.

Kantor berita Reuters melaporkan, Kota Chifeng dan Hohhot di Wilayah Otonomi Mongolia Dalam juga meminta penduduk untuk tetap tinggal selama liburan. Sementara Kota Xian di Provinsi Shaanxi mengimbau warga untuk tidak meninggalkan kota untuk alasan yang tidak perlu.

Komisi Kesehatan Nasional Cina pada Rabu 15 September 2021 mengatakan, ada 50 kasus Covid-19  baru, lebih sedikit dengan 59 kasus yang tercatat pada sehari sebelumnya. Semua kasus berada di Fujian.

”Itu menjadikan jumlah total infeksi lokal di tiga kota di Fujian, yakni Putian, tempat wabah berasal, Xiamen, dan Quanzhou menjadi 152,” kata Komisi tersebut.

Media pemerintah setempat melaporkan pada Senin 13 September 2021, sekitar 30.000 orang melakukan perjalanan dari Putian ke provinsi lain mulai 26 Agustus hingga 10 September. Hal ini menimbulkan kekhawatiran penularan. Terlebih, Cina baru mengklaim berhasil mengendalikan penyebaran virus corona varian Delta pada Agustus lalu.

Zeng Shidian, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, mengungkapkan ada risiko penularan tinggi di kotanya setelah melihat beberapa kasus Covid-19 dari Putian dan daerah lain di Fujian menyusul pergerakan orang dan barang.

Otoritas kota Wenzhou mendesak penduduk Wenzhou untuk tidak bepergian ke Fujian selama liburan mendatang. Kota tersebut menyatakan akan menutup seluruh tempat hiburan dalam ruangan selama setengah bulan.

Mengutip World O Meter, total kasus Covid-19 di Cina mencapai 95.413 pada Rabu 15 September 2021 dengan 4.636 angka kematian.

Terakhir kali kasus Covid-19 mengalami lonjakan di Cina adalah pada Juli-Agustus. Lonjakan membuat pemerintah memperketat pembatasan mobilitas di beberapa kota.

Kebijakan ini turut menghantam sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi serta secara signifikan sekaligus memperlambat pertumbuhan penjualan ritel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini