Kapolri Listyo Sigit Prabowo Tetap Jabat Sekjen PBSI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap menjabat sebagai sekjen PBSI. Sebelumnya, sempat muncul isu beliau memilih mundur.

Nama Listyo Sigit masuk ke jajaran pengurus PBSI berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan KONI terkait susunan kepengurusan PBSI 2020-2024. Hal ini diketahui dalam pelantikan yang dilakukan di Pantai Indah Kapuk, Jumat 9 April 2021.

Dia akan menjabat sekjen PBSI selama empat tahun di bawah pimpinan Agung Firman Sampurna. Sebelumnya, sempat muncul isu Listyo akan mundur dari posisi sekjen PBSI.

Pasalnya, beberapa waktu lalu Listyo terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI). Berdasarkan AD/ART PBSI Pasal 14 Ayat 2 poin g, semua pengurus PBSI dilarang rangkap jabatan di luar cabang olahraga bulutangkis.

“Semua jabatan di Pengurus Pusat/Pengurus Provinsi/Pengurus Kabupaten/Kota tidak boleh rangkap jabatan di semua tingkatan cabang olahraga lain selain cabang olahraga bulutangkis,” bunyinya.

Listyo terpilih sebagai Ketua Umum ISSI dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta, Sabtu 3 April 2021 secara aklamasi. Dia menggantikan posisi Raja Sapta Oktohari.

“Menurut Wasekjen Pak Edi Sukarno, semua keputusan tinggal ada di Sekjen PP PBSI Pak Listyo Sigit untuk memutuskan. Memilih tetap sebagai Sekjen PP PBSI atau menjadi Ketua Umum PB ISSI,” ujar Kepala Bidang Humas dan Media PBSI Broto, pada 3 April lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini