Juventus vs Fiorentina: Duel Dua Pelatih Asal Brescia

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Juventus akan menghadapi Fiorentina dalam lanjutan Serie A dini hari WIB nanti. Laga ini sekaligus duel antara dua pelatih asal Brescia.

Juventus akan menjamu Fiorentina di Allianz Stadium, Rabu 23 Desember 2020 dini hari WIB. Andrea Pirlo, yang melatih Juventus, merupakan putra asli Brescia.

Sementara itu, pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli juga berasal dari Brescia. Tak hanya duel sesama pelatih asal Brescia, pertemuan Pirlo dan Prandelli sekaligus reuni skuat Italia periode 2010-2014.

Kala itu Prandelli adalah pelatih timnas Italia, sementara Pirlo, yang masih aktif sebagai pemain, adalah bagian dari tim Azzurri.

“Saya punya kenangan bagus dengan dia. Kami mencapai final Piala Eropa, main di Piala Dunia, dan Piala Konfederasi,” kata Pirlo, dikutip dari Football Italia, Selasa 22 Desember 2020.

“Kami berdua berasal dari Brescia dan kami mengenal satu sama lain dengan baik. Dia pelatih bagus dan saya senang akan bertemu dengannya besok,” ujarnya.

“Fiorentina sedang menjalani masa-masa sulit, tapi mereka adalah tim bagus. Mereka punya pemain dengan fisik kuat seperti Dusan Vlahovic dan pemain kelas dunia Franck Ribery. Mereka akan main bertahan dan berusaha melakukan serangan balik cepat. Kami harus hati-hati,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini