Jokowi: WNI dari Wuhan Harus Dilayani Optimal Agar Masyarakat Terlindungi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Jokowi meminta penerimaan WNI yang dievakuasi dari Wuhan harus dilakukan dengan memberi perlindungan dan pelayanan kesehatan yang optimal dan sesuai prosedur. Hal terpenting adalah sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

“Sementara itu, di Indonesia, persiapan penerimaan juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku,” begitu disampaikannya secara tertulis, Sabtu 1 Februari 2020.

Menurut juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, pemerintah mengharapkan semua pihak untuk menghormati wewenang kementerian dan lembaga terkait sesuai Inpres No.4/2019 untuk melaksanakan kewajibannya.

Presiden meminta semua pihak untuk bergotong-royong menghadapi dan melewati masa-masa sulit ini.

Pemerintah sangat menghargai dan berterimakasih atas kerjasama semua pihak dalam upaya evakuasi WNI dari Provinsi Hubei, Republik Rakyat Cina seiring merebaknya virus corona di kota Wuhan.

Jokowi mengungkapkan sangat menghargai semua upaya tidak kenal lelah untuk saling membantu memulangkan saudara-saudara kita dari Wuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini