Jokowi Janji akan Tegas Tanpa Ampun kepada Para Pengedar Narkoba

Baca Juga

MINEWS, KALTENG – Capres petahana Joko Widodo berjanji akan tegas dan tak memberi ampun kepada para pengedar narkoba yang meresahkan kehidupan masyarakat.

Janji ini disampaikan Jokowi saat ia berkampanye di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan, Jokowi akan memerintahkan Kapolri dan Kapolda untuk tak main-main saat memberi hukuman kepada para pengedar.

“Saya dengar di Kalimantan Tengah narkoba sangat banyak. Jangan diberi ampun, merusak generasi,” ujar Jokowi, Senin 8 April 2019.

Selain bicara penegakan hukum, Jokowi juga berjanji akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kalteng dengan membangun sejumlah infrastruktur penting beserta penunjangnya.

Beberapa rencana Jokowi untuk Kalteng di antaranya seperti pembangunan PLTU Kalimantan Tengah 1, gardu induk Pangkalan Bun, dan perampungan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wilayah Kalteng.

Di hadapan ratusan pendukungnya yang memadati Kalawa Convention Center, Jokowi juga menargetkan kemenangan besar di seluruh Kalteng sebesar 70 persen suara.

“Tahun 2014 Jokowi-Jusuf Kalla di Kalteng menang 59 persen, tapi tahun ini Jokowi-Ma’ruf Amin akan menang minimal 70 persen,” ujar Jokowi.

Selain memasang target minimal 70 persen, Jokowi juga menyampaikan upayanya menekan segala permasalahan di Kota Palangkaraya. Salah satunya meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut dengan perluasan terminal Bandar Udara Tjilik Riwut.

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini