JK Larang Umat Islam Balas Ibu yang Bawa Anjing ke Masjid

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) melarang umat Islam membalas perbuatan ibu yang membawa anjing dan menggunakan sepatu ke dalam Masjid Al Munawwarah Bogor.

“Kita tidak boleh membalas,” kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Dia juga mengapresiasi pengurus Masjid Al Munawwarah Bogor yang mengambil tindakan hukum terhadap perlakuan perempuan tersebut. Menurutnya, keterlibatan polisi dalam mengatasi kasus tersebut untuk meredam dampak luas.

Sebelumnya, Polri sedang memeriksa kondisi kejiwaan perempuan berinisial SM (52) tersebut.

Menurut Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo perempuan itu sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

Sedangkan saat kejadian itu, yang bersangkutan diduga sedang mengalami depresi.

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini