Jika Messi Berubah Pikiran, Presiden Barcelona Siap Mundur

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Presiden Barcelona, Josep Bartomeu dikabarkan siap mundur dari jabatannya jika Lionel Messi bersedia mengurungkan niatnya meninggalkan Camp Nou.

Messi mengirimkan surat via faks ke Barcelona, Selasa 25 Agustus 2020 yang menyatakan keinginannnya hengkang dari Camp Nou. Pemain berusia 33 tahun meminta klausul yang memperbolehkannya pergi kapan pun secara gratis diaktifkan.

Tapi, manajemen Barcelona bersikeras klausul tersebut masa berlakunya sudah habis pada Juni lalu. Sementara Messi yakin klausul itu masih berlaku karena kompetisi sempat dihentikan karena Covid-19 dan LaLiga baru berakhir pada Juli lalu.

Beberapa klub mulai siaga dan menyiapkan strategi untuk mendatangkan Messi, seperti Manchester City, Inter Milan, dan PSG. Bahkan, kabarnya Messi sudah mengontak Pep Guardiola menyatakan keinginannya pindah ke Stadion Etihad.

Diberitakan Marca, Jumat 28 Agustus 2020, Bartomeu bersedia mundur dari jabatannya sebagai presiden andai Messi mengatakan kepada publik secara terbuka bersedia bertahan di Barcelona.

Di luar permasalahan yang makin rumit, Messi dikabarkan akan tetap bersikap profesional dengan mengikuti latihan perdana Barcelona pada 31 Agustus mendatang di bawah asuhan pelatih Ronald Koeman hingga benar-benar sudah mencapai kesepakatan soal masa depannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini