Jenderal Jepang ‘Berguru’ ke Indonesia Soal Ancaman Terorisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Terorisme mulai mengancam negara Jepang saat ini. Untuk mengantisipasinya, pimpinan Direktur Jenderal Penanggulangan Terorisme Jepang Shigenobu Fukumoto ‘berguru’ ke Indonesia dengan mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Kemenko Polhukam).

Menko Polhukam, Mahfud Md mengatakan Jepang tengah mengalami ketakutan akan ancaman terorisme. “Karena sekarang terorisme lebih canggih kan. Pertama melibatkan perempuan dan anak-anak, yang kedua transfer uangnya sudah melalui ini HP kayak begini smartphone. Jadi sudah digital kalau dulu kan lewat bank,” katanya.

Dia menyebutkan, pertemuan hari ini adalah pembuka saja. Kedepan, pihaknya dan Jepang akan membentuk tim bersama.

“Jadi banyak yang akan kita kerjasamakan bahkan akan ada forum tim bersama lah yang akan membicarakan terorisme dan pengamanan kawasan,” katanya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini